HP, KAMERA DAN TRIPOD



Hari pertama bekerja, masih dengan hati penuh surprise, lebih tepatnya kaget terheran-heran 🀣.  Kenapa? Psst... Bacanya jangan pakai baper ya.. 🀣

1. Kantor Tak Layak Huni Dan Orang Asing

Bagaimana tidak, ketika interview di restoran itu, aku dijanjikan akan dihubungi kembali. Selang beberapa hari, seseorang dari Batam menelpon untuk kesepakatan salary, jam kerja dan lainnya.

Begitu esoknya aku datang ke alamat yang mereka maksud, πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ Owow!! Itu bangunan rupanya rumah lama yang pastinya udah lama tak berpenghuni lah ya.. πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘» Dan masih tahap renovasi. Jadi bisa dibayangkan bagaimana berisiknya, kumuhnya, beserak, berselemak, semua-mua yang jauh dari ekspektasi lah pokoknya. 

Daaan.... Cuma ada dua orang di tempat itu!! Satu orang teknisi dan satu orang kordinator area. Bahkan seingatku, sekuriti juga belum ada. Selain itu, dua Lelaki LDR tersebut juga bukan orang Medan, jadi selain kaghet, aku  harus juga beradaptasi dengan 'Orang asing'.

2. Karyawan 001

Kaget terheran-heran ku yang kedua, ternyata aku karyawan pertama yang diterima di perusahaan itu. Hahaha.

Pas aku datang aku lihat banyak orang berpakaian hitam putih sedang melamar kerja di tempat itu. 

Sebagian mereka sedang mengisi formulir, sebagian lagi interview massal. Cuma aku yang teken kontrak. Wkwkwk.

Dari yang terlihat aku yakin kalau mereka itu calon operator. Baru setelah beberapa hari kemudian ramalanku terbukti. Para pelamar kemarin adalah calon SPG toko dan orang dapur. Yang sekarang pun sebagian besar dari mereka sudah menyebar entah kemana-mana. πŸ€—

Balik ke cerita teken kontrak di atas. Yang agak biqueen ketzel tuh pas dengan entengnya si Kordinator Area bilang :
"Saya juga bingung kok tiba-tiba dikasih tau kalau hari ini ada karyawan yang datang, saya disuruh siapkan kontrak nya. Interviewnya kapan juga saya gak tau."
Weleh-weleh .. Lha dirimu aja bingung pak, acemana pula aku. Hm... 

Hikmah dari kisah ini adalah... Sampai hari terakhir aku bekerja di Medan Napoleon, para bapak yang di atas sana tetep manggil aku karyawan 001. πŸ˜“

3. Hp, tripod dan kamera

Hari itu juga, aku langsung pulang dengan membawa Handphone, kamera serta tripod. Ketiganya masih baru fresh from the oven alias kwitansi pembelian juga masih baru..

Ketika serah terima ya, memang kaget luar biasalah ya.. Pada masa itu jarang banget kan, ada karyawan yang baru kerja satu hari langsung diberi kepercayaan bawa pulang Hp, kamera digital dan tripod.

Aku yang masih belum tau arah tujuan tempat aku bekerja ini masih belum 'ngeh' kalau nantinya semua peralatan itu digunakan untuk berjualan kue 🀣.

Ketika sesi wawancara dengan si 'Bapak' pun aku belum tau kalau ini adalah bisnis oleh-oleh. Apalagi pakai gandeng-gandeng artis. Nooo! Ai  tidak tau sama sekali. 

4. Newbie and I Have No Idea At All

Dari informasi teman yang share loker itu sebelumnya, sebut saja namanya #lelakisunyi πŸ˜†Saat aku tanya: "Ini perusahaan apa?" Blio  mengatakan bahwa ini adalah usaha berbasis start up yang sepertinya akan besar. "Coba aja" Gitu ucapnya.

Jadi ya.. malahan aku berpikirnya usaha ini seperti portal berita atau akun buzzer semacam ceritamedan.com, Medan talk, taukotembung dan semedan.com yang kala itu memang sedang naik daun.

Maka akupun mahfum, ketika keesokan harinya dikenalkan pada seorang rekan. Dia karyawan yang bertugas pada bagian foto, video dan desain. Kamera digital dan tripod yang aku bawa sebelumnya berpindah ke tangannya. πŸ˜’

Awal kenal, dia itu kekinian sekalee. Fisik dan pembawaannya  mirip adik di rumah tapi minus kumis πŸ˜„. Dan masih newbie alias baru pertama kali mendapat kerja sebagai 'Karyawan'.

Waaah. sama seperti tempat kerjaku sebelumnya yang dipenuhi lelaki-lelaki newbie. Sepertinya aku memang berjodoh untuk berteman dekat dengan kaum yang lebih muda. (Laki-laki dan perempuan pastinya) ❤️

5. Naseblah

Singkat cerita, karena jobdesk yang diberikan pun masih terbatas. Sedangkan si 'bapak' sudah kembali ke Jekardah dan hanya mengontrol jarak jauh, sedangkan pula si Kordinator Area saat itu masih sibuk sendiri,
 aku sempat mengajak si kawan ini berkeliling kota Medan untuk mencari bahan berita selayaknya portal berita atau akun buzzer. Tapi aku lupa jadi atau tidaknya kami berkeliling mencari bahan konten waktu itu.

Belakangan,  setelah segala keruwetan dan hiruk-pikuk yang kami lalui bersama, dia pun mengaku kalau awal-awal bekerja di Medan Napoleon, dia juga sama sekali tidak menduga bahwa ini adalah toko kue. Hahaha... Hahaha.. hahaha...

Oalah, naseblah Ari Gopek. Tapi sampai aku tulis blog ini, si calon ayah dan suamu Dekpev ini  masih bertahan di tempatnya semula. Bahkan kemampuannya juga terus berkembang. Saluuuut.

No comments:

Post a Comment