Thursday, 17 September 2015

BELAJAR MENJADI ORANG TUA



Sedari kecil hingga dewasa, setiap orang akan menemukan hal-hal baru yang akan memaksanya mengambil suatu pelajaran sebagai pengalaman pertama. Namun, seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan berkembang pesat mengajarkan manusia berbagai pengetahuan sedini mungkin. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan menjadi orang tua.


Pada tanggal 12 september 2015 kemarin, saya bersama 5 orang teman blogger lainnya menghadiri undangan parenting seminar yang diadakan oleh Nestle Dancow, tabloid Nakita, Kompas,  dan Group M di Convention Hall, Grand Serela, Medan. Acaranya sendiri sangat meriah, lebih dari 100 orang ayah dan bunda hadir mengikuti acara tersebut. Semakin meriah karena banyak anak-anak lucu dan cerdas hadir bersama kami.


Seminar itu sendiri dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 12.30 WIB. Dengan mengangkat tema “Lindungi Eksplorasi Si Kecil dengan Nutrisi dan Stimulasi Tepat”. Artis Ibu kota sekaligus pengusaha Syahnaz Haque hadir sebagai pembawa acara. Selain itu, tiga orang narasumber kompeten yaitu Dra. Ratih Ibrahim, M.M, Psi, Dr. Diana Sunardi, M.Gizi dan Ibu Sari Sunda Bulan, Amg. Ketiganya menjadi pemateri untuk tiga sesi secara bergantian.

Sesi pertama berisi tentang penjelasan mengenai segala aspek yang diperlukan dalam mendukung tumbuh kembang balita secara optimal yang disampaikan oleh Ibu Ratih Ibrahim.
 Beliau menjelaskan teori seputar kebutuhan mendasar pada anak, yaitu kecukupan nutrisi, attachment dan stimulasi.
Sebagai seorang psikolog, ia menekankan pada stimulasi dan attachment. Stimulasi merupakan pemberian rangsangan dari lingkungan yang memancing respon tertentu. Stimulasi dibutuhkan untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dalam diri anak. Sedang attachment (kelekatan) adalah ikatan emosional timbal balik yang bertahan lama antara dua orang, terutama anak dengan pengasuhnya, dimana keduanya memiliki peran terhadap kualitas hubungan tersebut.
Menurut beliau, anak merupakan rezeki dan anugrah yang dipercayakan oleh Tuhan kepada tiap orang tua sehingga dalam mengasuh dan merawat anak harus ikhlas bukan untuk tabungan atau investasi. Selain itu setiap bunda harus mampu memberikan cinta utuh kepada buah hatinya, yakni selain dengan ikhlas mengasuh dan merawat, bunda juga harus mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh si anak, bukan memberikan apa yang diinginkan anak.
Masuk sesi kedua, materi mengenai kecukupan nutrisi yang dibutuhkan ibu dan anak disampaikan oleh Dokter Diana Sunardi, M.Gizi.
Salah satu pengurus INA (Indonesia Nutrition Assosiation) tersebut membuka materinya dengan kalimat bermanfaat terutama bagi peserta seminar yang belum menikah. Ia mengatakan bahwa nutrisi seorang Ibu harus tercukupi jauh hari sebelum ia hamil, bahkan ketika sang Ibu masih remaja.

Hal ini disebabkan karena status kecukupan gizi seseorang memengaruhi tumbuh kembang tubuhnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Efek jangka pendek akibat kekurangan nutrisi pada anak adalah pertumbuhan otak sewaktu dalam kandungan, perkembangan dan kelengkapan tubuh, dan lainnya. Sedangkan efek jangka panjangnya seperti kemampuan belajar, kemampuan berinteraksi dan sejenisnya.

Jika sang Ibu harus memenuhi kebutuhan nutrisi jauh sebelum masa kehamilan, begitu pula dengan anak. Kecukupan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun akan berpengaruh sepanjang hidup si anak. Itulah sebabnya seorang Ibu memiliki tanggung jawab penuh dalam menentukan tumbuh kembang anaknya hingga anak tersebut dewasa.
Selanjutnya Ibu Diana beralih pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi dan anak.

Setelah bayi dilahirkan, ASI eksklusif merupakan sumber nutrisi penting hingga berusia enam bulan. Memasuki usia enam bulan, makanan pendamping ASI penting diberikan karena pada masa tersebut, ASI tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Dalam masa ini, Ibu sekaligus dapat memperkenalkan berbagai macam jenis dan rasa makanan secara bertahap. Jika si anak tidak suka, maka Ibu tidak boleh memaksa agar tidak menimbulkan trauma di kemudian hari.
Kebutuhan nutrisi anak sangatlah beragam dan harus terpenuhi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Semakin bertambah usia anak, maka nutrisi dan ukuran tumbuhkembangnya juga akan berbeda. Cara yang paling mudah untuk mengira kecukupan nutrisi pada anak adalah dengan memantau tinggi badannya. Tinggi badan seseorang ditentukan oleh nutrisi dan stimulasi. Dengan asumsi, jika anak bertubuh pendek cenderung gemuk sehingga dapat memengaruhi metabolisme tubuhnya, maka sebaiknya Ibu lebih memantau tinggi anak ketimbang berat badannya.
Sesi ketiga disampaikan oleh Ibu Sari Sunda Bulan, Amg.
Beliau menjelaskan kandungan nutrisi yang ada pada tiap makanan. Pada sesi ini, ibu Sari banyak memberi masukan dan contoh memberikan nutrisi yang seimbang bagi keluarga namun tidak perlu mahal. Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa buah mangga, pepaya dan jeruk merupakan kombinasi yang baik antara vitamin A dan C, sehingga menjadi salah satu sumber nutrisi favorit. Karena selain rasanya enak, segar, juga murah dan mudah didapat.
Khusus pada anak, terdapat beberapa kebutuhan nutrisi yang lebih besar ketimbang orang dewasa. Oleh karena itu pengenalan berbagai ragam sayur dan buah sangat penting. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Diana sebelumnya, jangan memaksa anak agar tidak menimbulkan trauma apalagi trauma jangka panjang. Cobalah kembali memberikan sayur atau buah yang ditolak si anak selang beberapa waktu kemudian.

Hal penting dalam memperkenalkan segala sesuatu kepada anak adalah dengan memberikan contoh. Jika si anak sering melihat orang tuanya makan beragam sayur dan buah serta minum susu secara teratur, maka dengan mudah anak meniru hal yang sama. Namun, memberi nutrisi saja tidak cukup, karena jika pencernaan anak tidak baik, maka semua nutrisi yang ia makan tidak akan diserap tubuh sehingga anak mudah sakit.
Taukah Bunda, Jika 80% sistem imun tubuh terdapat di dalam pencernaan? Dalam pencernaan manusia hidup beribu jenis makhluk hidup. Bakteri adalah koloni terbesar yang menempati pencernaan. Meski dinamakan bakteri, namun tidak semua bakteri tersebut jahat, adapula beberapa bakteri baik yang turut menyumbang efek positif bagi  kekebalan tubuh. Oleh karena itu, keseimbangan antara bakteri jahat dan baik harus diperhatikan. Para ahli percaya, jika seorang anak sering sakit, dicurigai terdapat ketidakseimbangan antara bakteri jahat dan bakteri baik di dalam tubuhnya.
Tapi Bunda tak perlu khawatir, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan keseimbangan antara bakteri baik dan jahat anak, kini Dancow dengan inovasi Excelnutri+ dilengkapi dengan Lactobacillus rhamnsus dan Bifidobacterium longum mampu menjaga saluran cerna si kecil. Sehingga kapanpun ia bereksplorasi dengan lingkungannya, bakteri baik akan menjaga daya tahan tubuhnya sehingga idak mudah sakit.
Selain menjaga saluran cerna, Dancow Excelnutri+ dilengkapi dengan DHA, omega 3 dan 6 guna membantu proses belajar anak. Dancow Excelnutri+ juga tinggi protein dan kalsium yang akan membantu pertumbuhan fisik si kecil secara optimal. Untuk informasi lebih lanjut mengenai nutrisi, attachment dan simulasi pada anak, dapat dilihat pada official website Dancow : www.dancow.co.id/DPC
Setelah ketiga pembicara selesai memberi materi, 6 orang peserta diberi kesempatan bertanya langsung kepada narasumber. Usai sesi tanya jawab, sesi selanjutnya tak kalah menarik. Kali ini giliran Chef Sunardi yang menjadi pusat perhatian, baik peserta seminar dewasa maupun anak-anak memandang lekat pada peralatan masak dan dekorasi cantik di atas meja Chef Sunardi.
Chef Sunaardi mendemonstrasikan tiga resep yang kaya akan nutrisi. Diantaranya adalah Steam Nasi Merah Kampung dan Kroket Ubi Merah Isi Keju. Sesi  ini merupakan sesi yang paling meriah, karena begitu masakan matang, Syahnaz Haque selaku pemandu acara memanggil anak-anak peserta seminar untuk menghabiskan makanan yang selesai dimasak oleh chef Sunardi. Riuh sekali anak-anak berkerumun mengelilingi meja tersebut.
 
Selesai masak-memasak, tiba saatnya pembagian hadiah. Peserta seminar berhak mendapatkan berbagai goodie bag dengan cara menjawab pertanyaan dari Syahnaz Haque dan Ibu Sari Sunda Bulan. Selain itu ada pula door prize, kuis live tweet, kuis facebook, serta mengisi dan menukarkan formulir angket yang telah dibagikan oleh panitia. Selain itu, jika peserta seminar membawa anak yang berulang tahun ke 1 atau ke 2 pada tanggal 1 hingga 12 september 2015 akan mendapatkan special gift dari Dancow.
Dengan berakhirnya acara bagi-bagi hadiah, berakhir pula Dancow Seminar Parenting pada hari tersebut. Para pengisi acara dan panitia kembali ke ruangan masing-masing sedangkan para peserta dipersilakan menikmati santap siang yang telah disediakan. Sebagai anak muda, selain haus ilmu, kami juga haus berfoto. Oleh karena itu, meski ilmu telah didapat tidak syah rasanya jika tidak berfoto bersama. Tentu wajib membawa Dancow Goodie bag yang cantik dan bermanfaat. Kenapa? Karena Aku dan Kau Suka Dancow. ^^
Sebagai calon orang tua, beruntung rasanya dapat hadir pada acara tersebut, bukan karena kemeriahannya, namun karena ilmu yang didapat, yang benar-benar bermanfaat dan wajib diaplikasikan ketika nanti menikah dan punya anak. Aamiin, Insya Allah. Terima kasih Dancow.

No comments:

Post a Comment