Thursday, 8 May 2014

SI BANGKAI ENDEMIK DARI SUMATERA




Siapa yang tidak kenal bunga bangkai, bunga yang telah mendunia karena tercatat sebagai salah satu bunga terbesar di dunia. Nama latin dari bunga bangkai ini adalah Amorphophallus titanum, bunga ini di kenal dengan nama bunga bangkai karena memang memiliki aroma busuk seperti bangkai. Banyak yang menyangka bahwa bunga bangkai adalah Raflesia yang sama-sama mengeluarkan aroma busuk serta ukuran yang besar. Padahal antara dua jenis bunga ini meskipun sama-sama endemic pulau Sumatera, namun berasal dari suku dan genus yang berbeda. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga bagkai dan bunga raflesia adalah untuk menarik minat lalat dan serangga lain agar membantu penyerbukan serbuk sari dari kedua bunga tersebut.
Bunga bangkai sebenarnya berasal dari suku talas-talasan. Bunganya berumah satu dengan bunga betina yang terlebih dahulu reseptif daripada bunga jantan. Bunga raksasa muncul tinggi menjulang menyerupai lingga. Bunga tersebut sebenarnya merupakan tongkol atau batang yang berisi cadangan makanan, namun dikelilingi oleh seludang bunga yang berwarna merah atau keunguan. Pada saat mekar, bunga bangkai mampu bertahan hingga satu minggu. Bunga ini mampu mencapai tinggi hingga 3 meter lebih dengan lebar hingga 70 cm.
Bunga bangkai mempunyai dua fase kehidupan, dua fase ini muncul secara bergantian dalam satu tumbuhan yakni vase generative dan vegetative yang mampu menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam satu putaran fase hidup. Sebut saja pada fase vegetative, pada fase ini bunga bangkai hanya memiliki batang dan daun setinggi kurang lebih 6 meter, organ-organ bunga bangkai tersebut lazim disebut organ vegetative atau organ semu. Setelah beberapa tahun, organ semu tersebut akan layu dan menyisakan umbi. Selanjutnya hanya tinggal menunggu waktu untuk fase generatifnya muncul, fase ini ditandai dengan munculnya bunga majemuk dan mekar hingga kembali layu dan memunculkan umbi baru. Namun hal itu juga tergantung dari lingkungan dimana tumbuhan itu berada juga ketersediaan makanan di dalam umbi. Jika hal tersebut tidak terpenuhi, maka dari umbi vegetative yang telah layu tersebut akan muncul daun dan batang semu kembali.

No comments:

Post a Comment