Monday, 7 October 2013

BERBUSANA MUSLIMAH DENGAN KAOS


Akhir-akhir ini dunia fashion sedang dilanda demam busana muslim, baik untuk wanita, pria hingga anak-anak. sebut saja trend model gamis muslimah yang dipelopori oleh desainer muda seperti Dian Pelangi dan lainnya, mereka membuat setiap pasar busana dan butik di Indonesia dibanjiri gamis muslimah dengan desain dan warna ceria khas mereka tanpa meninggalkan syariat Islam di dalam pengerjaan busana tersebut. Model dan corak pun beraneka ragam, begitu pula dengan bahan yang digunakan.
Berbicara mengenai bahan yang digunakan untuk membuat gamis muslimah, yang sedang marak saat ini adalah bahan kaus atau yang lebih dikenal dengan kata kaos. Di Indonesia sendiri penggunaan bahan kaus sebagai pakaian memang tidak asing, tetapi yang familiar bahan kaus digunakan untuk membuat baju atasan saja dengan sebutan baju kaos. Model baju kaos atasan inipun terbagi dua yaitu model dengan tampilan sederhana tanpa kerah atau dikenal dengan sebutan kaos oblong, dan ada pula model dengan menggunakan kerah yang dikenal dengan kaus berkerah. Model atasan kaus dengan kerah memiliki tampilan yang lebih resmi dan elegan banyak pula yang menggunakan atasan ini pada acara semi formal.
Selanjutnya model bahan kaus yang kurang familiar tetapi sedang marak akhir-akhir ini adalah kaus yang didesain menjadi longdress dan gamis. Jika dahulu busana dress atau gaun dan gamis dibuat dengan menggunakan bahan katun, satin, sifon atau sutera, kini telah banyak dijumpai model gamis yang terbuat dari bahan kaus. Potongan yang dihasilkan pun tidak kalah indah dengan bahan lain, bahkan beberapa jenis kaus sekilas menyerupai bahan katun atau satin. Tergantung dari jenis kaus itu sendiri dan pola yang dibuat.
Lebih jelas mengenai berbagai macam jenis kaus yang biasa digunakan  menjadi gamis dan longdress serta untuk membedakan antara beberapa jenis bahan kaus, berikut penjelasannya.
1.      Cotton
Sebenarnya dalam Bahasa Indonesia disebut katun. Hanya saja kebanyakan orang Indonesia mengira bahan katun adalah sebatas kain yang ditenun dari kapas serupa kain mori. Padahal seluruh bahan dengan teknik menenun apapun yang berbahan dasar serat kapas disebut cotton atau katun. Hanya persentase penggunaan serat tersebut yang membedakan jenis bahan tersebut.
Dalam bahan kaus, penggunaan 100% cotton disebut dengan kaus katun. Ketika dipegang serat benang terasa halus, bahan ini nyaman ketika digunakan karena menyerap keringat. Tetapi sifat bahan tidak elastis sehingga jarang digunakan pada model baju dengan tema free size.
2.      Polyster
Bahan jenis ini adalah perpaduan dari cotton dan poliester dengan persentase 33% dan 65%. Secara gramasi, polyster juga lebih ringan ketimbang 100% cotton. Kelebihan bahan ini adalah tekstur bahan yang lentur, halus dan terkesan jatuh. Pakaian yang terbuat dari polyester juga tidak mudah menyusut jika dicuci dengan mesin. Namun, kurang menyerap keringat dan kadang kala agak panas.
3.      TC
Bahan kaus jenis TC adalah bahan yang terbuat dari serat buatan atau sintetis. Selain untuk pakaian bahan dasarnya juga digunakan untuk membuat plastik. Bahan jenis ini sangat marak dipasaran dan amat disukai oleh produsen garmen karena terksturnya lumayan halus, terasa ringan dan jatuh serta harganya sangat murah. Busana dari bahan TC ini juga tidak mudah menyusut atau melebar ketika dicuci. Tapi sangat tidak menyerap keringat serta panas saat digunakan.
4.      CVC
Bahan CVC ini juga merupakan campuran dari 55% serat kapas dan 45% viscose. Meski campuran beberapa bahan, namun komposisi yang terbesar adalah cotton, untuk itu bahan ini termasuk nyaman dipakai karena menyerap keringat, selain itu bahan CVC ini juga tidak mudah menyusut akibat proses mencuci.
5.      Knitt
Secara umum knitt terdiri dari dua jenis, yaitu single knitt dan double knitt. Knitt atau rajutan adalah bahan yang didapat dari hasil merajut. Kualitas bahan yang dihasilkan sangat tergantung pada bahan benang rajutan. Yang banyak beredar dipasaran adalah jenis single knit, kelebihannya hasil rajutan padat dan rapat, tetapi kurang lentur. Sedangkan jenis double knit meski hasil rajutan kurang rapat, namun bahan sangat lembut dan lentur. Untuk itu jenis rajutan ini biasa digunakan pada produk bayi. 
6.      Spandex
Spandex adalah bahan kaus yang biasa digunakan untuk berbagai macam pakaian ketat. Bahan ini memang digunakan untuk memberi sifat elastis sehingga banyak dicampurkan dengan bahan lain. Sebut saja spandex katun yaitu bahan spandex yang dikomposisikan dengan serat kapas, spandex rayon yaitu serat spandex yang dipadu dengan bahan rayon. Mengenai kualitas dan kenyamanan bahan spandex ini tergantung dari persentase komposisinya, sebagai contoh spandex katun tentu lebih nyaman dipakai ketimbang spandex rayon, begitu pula dengan spandex jenis campuran lain.

 Bagi para pecinta fashion, beberapa istilah diatas sering kali digaungkan oleh produsen dan penjual busana. Karena bahan-bahan tersebut memang sedang tren saat ini, namun tetap dibutuhkan kejelian serta wawasan para konsumen dalam memilih pakaian atau busana yang akan dibeli. Jangan sampai bahan yang sebenarnya sangat murah dibeli dengan harga yang tinggi. Tujuan pembelian sebuah busana atau pakaian juga tak boleh diabaikan, sebaiknya harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan ketika menggunakan pakaian yang akan dibeli. Seperti pilihlah pakaian yang terkesan mewah dan elegan saat dikenakan untuk menghadiri pesta, dan pakaian yang nyaman dan tidak membatasi ruang gerak dikenakan saat beraktivitas luar ruangan.

No comments:

Post a Comment