Tuesday, 17 March 2020

MENGAPA COVID-19 BEGITU MENAKUTKAN?

Betapa sangat mengejutkan, awal 2020 yang semestinya penuh harapan harus dipatahkan oleh kejadian epidemi luar biasa yang kini kita kenal sebagai pandemi virus corona.

AWAL MULA VIRUS CORONA
Sumber Foto: tirto.id
Virus corona sendiri telah dikenal sejak beberapa tahun silam dalam bentuk sindrom pernapasan akut berat yang kita kenal dengan istilah SARS dan MERS.

Berdasarkan data WHO, kasus virus Corona jenis baru atau yang kini dikenal dengan covid-19 terkonfirmasi pertama kali di China pada 8 Desember 2019. Tepatnya di provinsi Hubei.

Dalam beberapa hari orang yang terjangkit virus yang sama di daerah tersebut melonjak tinggi. Buntutnya, pada januari 2020 pemerintah China resmi mengisolasi Wuhan, ibukota Hubei.

Kejadian inipun tak pelak menjadi kejadian luar biasa. Karena virus baru ini telah membunuh ratusan orang hanya dalam dua pekan.

Tak cukup sampai disitu, virus ini dengan cepat merembet ke negara tetangga. Hingga maret 2020, kasus Corona tembus hingga 182.000 kasus di seluruh dunia. Tak pelak, pengumuman lockdown pun menjamur di berbagai negara.

Begitupun di Indonesia, hingga 17 maret 2020 telah dikonfirmasi ada 134 kasus. Diantaranya 5 orang meninggal dunia dan 8 orang sembuh.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya virus covid-19 ini tidak semenakutkan virus-virus yang sudah terlebih dahulu berkembang dan mengendap di Indonesia. Seperti rabies, HIV, cacar dan lainnya yang terbukti telah merenggut banyak nyawa.

Mengapa demikian? Mari coba kita kupas satu persatu.

VIRUS CORONA TIDAK MENYEBAR MELALUI CARA YANG TIDAK WAJAR

Awal penyebarannya sempat tersiar berita bahwa covid-19 menyebar melalui udara dan kontak mata.
Mendengar kabar demikian tentu saja dunia sejagad maya menjadi geger.
Terlintas di benakku bagaimana epidemi cacar air pada masa belum ditemukan obatnya, menjadi momok bagi semua orang. Virus cacar air dapat menyebar melalui udara, dan tentu saja sangat mematikan.

sumber foto: koinworks.com
Begitupun virus HIV-AIDS yang dapat menular dengan cara yang tidak terduga sebelumnya. Dimana seseorang bisa saja tertular secara tidak sengaja jika cairan tubuh penderita masuk ke tubuh orang sehat.

Namun tidak demikian dengan virus Corona, virus ini menyebar melalui droplet atau tetesan liur penderita yang masuk melalui mata, hidung dan mulut orang lain. Sehingga bisa saja orang tersebut tertular.

VIRUS CORONA TIDAK MEMBUTUHKAN METODE KESEMBUHAN YANG MENAKUTKAN

Tidak seperti cancer, jantung ataupun gagal ginjal. Pesien corona virus yang dirawat tidak membutuhkan tindakan-tindakan medis yang bagi kebanyakan orang menakutkan. Seperti tindakan pembedahan, kemotheraphy, minum obat seumur hidup ataupun cuci darah.

Sumber foto: kompas.com
Layaknya perawatan yang diakibatkan oleh virus, pasien covid-19 hanya membutuhkan istirahat dan  infus antibiotik. Juga asupan lain yang berkenaan dengan daya tahan tubuh. Hanya saja diberlakukan isolasi di rumah sakit khusus karena virus ini merupakan virus yang benar-benar baru.

Apakah terisolasi di rumah sakit itu jadi bagian yang sangat mengerikan? Sedang si pasien masih diperbolehkan mengakses internet dan sosmed. Hehehe.

VIRUS CORONA TIDAK MENIMBULKAN EVEK VISUAL YANG MENYERAMKAN DI TUBUH PENDERITA

Sumber foto: news.detik.com

Coba deh, baca berita atau artikel tentang pandemi penyakit kusta ketika belum dimukan obatnya. Banyak pasien yang selamat dari penyakit itu menderita cacat tubuh.

Begitupun cacar yang sempat disebut sebagai kutukan karena seluruh tubuh penderita mengeluarkan air dan nanah.

Berbeda dengan penyakit yang telah disebutkan sebelumnya. Pasien virus Corona hanya mengalami sakit layaknya flu biasa. Untuk kasus yang sudah parah ditambah dengan sesak nafas akut hingga gagal nafas yang mengakibatkan kematian. Sedang yang berhasil sembuh? Ya, seperti tidak ada kejadian.

VIRUS CORONA BUKAN TIDAK MUNGKIN BISA DITEMUKAN OBATNYA (VAKSIN)

Sumber foto: kompas.com
Aku ingat percakapan di komentar instagram sebuah akun parenting yang kala itu membahas tentang video tentang penyebaran dan pencegahan virus corona di Singapura.

Saat itu bertepatan dengan beberapa hari setelah presiden Jokowi mengumumkan kasus positif pertama corona di Indonesia.

Banyak sekali komentar ketakutan, tidak sedikit yang menyalahkan keadaan. Bahkan satu orang mengira bahwa penyakit ini belum ditemukan obatnya.

Tidak salah sih, jika dikatakan bahwa virus corona ini belum ada obatnya alias penangkalnya selain imun tubuh. Tapi faktanya dari total 182.000 kasus di dunia, lebih dari 55 persennya sembuh dan hanya 3,6 persen saja kasus yang dilaporkan meninggal.

Jadi yes, covid-19 ini bisa dilumpuhkan. Daripada mengatakan bahwa belum  ada obatnya, mungkin lebih tepat bahwa covid-19 ini belum ada vaksinnya.

Namun para dokter dan peneliti dari WHO sedang melakukan berbagai riset untuk vaksin covid-19 ini. Jadi aku yakin bahwa tidak lama lagi akan segera beredar vaksin covid-19 ini. Kita doakan saja.

JADI, APAKAH TINDAKAN YANG DIBERLAKUKAN SAAT INI BERLEBIHAN?

Sumber foto: liputan6.com
Tentu tidak! Covid-19 merupakan virus corona yang benar-benar baru. Bahkan penyebarannya begitu cepat mendunia. Pun terdengar kabar bahwa covid-19 ini telah bermutasi.

Kita tidak perlu takut terhadap virus ini, karena yup, virus ini tidak lebih 'mengerikan' ketimbang virus lain pada masa belum ditemukan obatnya.

Tidak pula semematikan penyakit tidak menular yang menggeliat merenggut nyawa warga Indonesia diam-diam tanpa disadari seperti stroke, diabetes dan jantung koroner.
Hanya saja kita harus dan wajib menghentikan penyebarannya. 
Sekaligus menyikapi kabar terbaru yang menyebutkan bahwa covid-19 telah bermutasi. Kita tidak pernah tau, mutasi virus ini akan seperti apa dan berdampak bagaimana.

Bahwa beberapa pasien positif covid-19 bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit apapun, ini juga harus diwaspadai.

Justru karena mereka tidak merasakan sakit apapun, maka peluang menularkan virus ke orang lain jauh lebih besar. Karena mereka tidak sadar bahwa mereka telah terjangkit virus corona.

Tindakan yang telah dilakukan oleh banyak negara seperti lockdown, karantina, isolasi merupakan tindakan pencegahan penyebaran virus ini  lebih lanjut.


Sumber foto: Solopos.com
Sebagai warga dan umat manusia yang baik, kita berkewajiban ikut serta dalam gerakan ini. Dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri, maka secara otomatis kita juga telah menyelamatkan lingkungan kita dari pandemi ini. 

Jika semua orang memiliki kesadaran untuk melakukan hal yang sama, gerakan ini akan menyelamatkan zona yang lebih luas lagi.

PENUTUP

Dunia telah berubah begitu cepat. Mau tidak mau manusia harus mengikutinya. Saat ini kondisi dunia telah memaksa kita untuk menghindari pusat keramaian dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. 

Tentu hal ini akan berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, tapi tidak apa, karena dunia pasti akan menemukan solusinya.

Mari berdoa kondisi ini akan segera membaik terutama di Indonesia dan di seluruh dunia. Tapi yang pasti saat ini kita masih sama-sama berjuang untuk dunia yang lebih baik.

Mengutip kata-kata dari Najwa Shihab bahwa saat ini, soliter merupakan aksi solider. 

Keep healthy everyone!



No comments:

Post a comment