Saturday, 7 September 2019

MILLENIAL PARENTING BERSAMA ELIZABETH SANTOSA

Seperti yang sudah aku singgung pada postingan sebelumnya. Aku akan merangkum berbagai ilmu bermanfaat seputar parenting bersama Psikolog cantik nan enerjik Miss Lizzie alias Elizabeth Santosa. Namun sebelumnya, aku akan beri sedikit gambaran tentang sosok ibu tiga anak berikut ini.



KOMISIONER TERMUDA DAN BUKU PARENTING

Selain dikenal sebagai psikolog yang rajin wara-wiri di televisi dan seminar-seminar swasta dan pemerintah, ibu Elizabeth Santosa ini merupakan  Komisioner Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dengan masa jabatan 2015 - 2020. Ia juga tercatat sebagai komisioner Komnas PA  termuda.
Menyandang status komisioner Komnas PA, ibu Lizzie semakin fokus menangani psikologi anak.
Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas, ia juga menuangkan pikiran-pikirannya mengenai dunia parenting ke dalam sebuah buku berjudul "Raising Children in Digital Era".

Buku tersebut berisi panduan untuk mendidik anak di era digital. Hm... Bukankah sangat menarik ya.. bukunya.. 😊
Dengan buku tersebut, ia berharap dapat membantu para orangtua menangani para anak agar sang anak tumbuh berkembang dengan baik meski berada dunia yang "berbeda".


PENTINGNYA ANAK TUMBUH BAHAGIA




Mengapa anak yang tumbuh dengan bahagia itu penting?

Mana yang lebih penting? Kebahagiaan Anda atau kebahagiaan keluarga Anda?


Kalau menurut saya (penulis-red) Jawabannya adalah sama-sama penting. Karena pada dasarnya tidak ada satu manusia pun yang mau hidup sengsara.


Jika dalam satu keluarga mulai dari anak, ayah dan ibu sudah bahagia, tidak ada yang merasa tersakiti dan terzalimi, maka seluruh keluarga juga bahagia secara individu.


Jadi, apakah anak tumbuh dengan bahagia itu penting? Jika iya, sepenting apa?


Berikut penjelasan ibu Lizzie:


"Dari14 orang responden orang tua yang diwawancarai pada tahun 2017 setuju bahwa kebahagiaan penting dalam tumbuh kembang anak.
Mereka juga setuju bahwa membesarkan anak dengan bahagia:
- Akan mempersiapkan masa depan anak yang lebih baik.
- Kebahagiaan penting sebagai dasar kemampuan bersosialisasi ( Berkomunikasi secara efektif).
- Stimulasi perkembangan otak sehingga mudah menyerap informasi sehingga memacu hasil akademik yang lebih baik."


Secara psikologi, manfaat kebahagiaan untuk anak yaitu:
Menumbuhkan kesadaran diri lebih baik, manajemen diri lebih baik, kesadaran sosial lebih baik, kemampuan bersosialisasi lebih baik, kemampuan mengambil keputusan lebih baik, sehingga pada akhirnya menghasilkan keberhasilan pendidikan kesuksesan karir dan hasil penting lainnya ketika ia dewasa.

Duh.. jadi udah kebayang kan.. sepenting apa kebahagiaan anak itu. Lantas, bagaimana cara membesarkan anak yang bahagia?

MEMBESARKAN ANAK YANG BAHAGIA




Intinya adalah, anak harus tahu bahwa ia dicintai. Mereka harus sadar bahwa mereka berharga dan harus benar-benar ditekankan pada anak-anak tersebut. Apakah mereka benar-benar tahu dan sadar bahwa mereka dicintai oleh orangtuanya.

Bukan perasaan senang karena punya banyak mainan. Bukan pula karena selalu dipenuhi kemauannya.  Tapi perasaan berharga dan bahagia terhadap dirinya dan keluarganya. (Penulis-red).

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa
seorang anak yang dicintai dan memiliki pola asuh yang baik sejak dini akan memiliki hipokampus 10% lebih besar.


Hipokampus yaitu bagian otak manusia yang penting untuk proses belajar, memori, dan respon terhadap stres.

Secara umum dapat diasumsikan bahwa masa kecil yang dipenuhi cinta ibu adalah masa kecil yang bahagia penelitian dari Joan L. luby.

Ricard Layard, membuat sebuah artikel yang menyatakan bahwa kesehatan emosional atau kebahagiaan di masa kecil adalah hal yang paling tepat untuk memprediksi LIFE SATISFACTION dan WELL BEING pada orang dewasa.

Dua Hal ini yang lebih berpengaruh daripada hal lainnya seperti prestasi pekerjaan atau kekayaan. (Its a wow fact!)

Berikut beberapa tips dari Ibu Lizzie  dalam membesarkan anak yang bahagia:

1. Makan makanan bergizi tepat waktu.


Hal ini dapat memberikan rasa tenang pada anak terutama pada balita yang belum bisa bicara. Selain pula dapat mengajarkan mereka untuk selalu disiplin dan bersyukur.


March David dari Institut Psycology of Eating mengatakan, waktu makan secara teratur dapat memberikan rasa ritma dan regularitas dalam kehidupan. Secara psikologis hal itu dapat membangkitkan perasaan damai dan aman.

Rutinitas yang sehat di waktu makan dapat memicu energi dan pertumbuhan dan sekaligus menjaga anak-anak tetap tenang dan puas karena metabolisme yang baik.

2. Waktu bermain dan eksplorasi.


Manfaat bermain diluar rumah bersama antara orangtua dan anak yaitu meningkatkan kebahagiaan untuk tumbuh kembang anak secara fisik dan mental, meningkatkan kemampuan kognitif melalui eksplorasi dan kreativitas serta memahami cara kerja lingkungan dan dunia di sekitarnya.


Mendampingi anak pada saat bermain bukan berarti hanya hadir secara fisik namun juga terlibat dengan anak. Bukan hanya bertanya kepada mereka untuk sekedar formalitas atau basa-basi namun harus menanggapi dengan antusias.

3. Ekspresi emosi positif.


Biasakan anak-anak menerima ekspresi emosi positif sejak dini. Karena hal ini akan membawa dampak besar ketika dewasa.

Salah satu contohnya, orang tua harus selalu memberikan dan mengungkapkan hal-hal apa saja yang disyukuri terhadap dunia di hadapan anak-anak.

Hal ini bermanfaat untuk:
- Perubahan positif dalam aspek emosi anak.
- Meningkatkan energi mereka.
- Meningkatkan kesejahteraan kesehatan dan kebahagiaan anak saat dewasa.
- Menumbuhkan sikap optimisme.
- Menumbuhkan sikap empati.


4. Cukupi waktu tidur.


Anak dengan masa istirahat yang bermasalah dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan metabolisme tubuh. Sehingga ia akan sulit menerima rangsangan-rangsangan positif dari luar sehingga akan menghambat tumbuh-kembangnya serta kebahagiaan dirinya.


Jam tidur malam yang ideal bagi anak adalah dibawah jam 21.30. Jangan biasakan pula anak tidur siang terlalu lama agar tidak terlambat untuk tidur di malam hari sehingga tidak terbiasa bangun lebih pagi.

5. Berikan cinta tanpa syarat


Semua Orang tua Indonesia mengaku sayang kepada anak tapi anehnya mereka kurang terlibat. Konsep sayang anak yang salah kaprah hampir dilakukan oleh semua orangtua indonesia.


Anak yang besar dari pengasuhan dengan trauma biasanya mengulangi pola pengasuhan yg sama, atau malah sebaliknya. Mereka tidak dapat memberikan manajemen pengendalian terhadap anak.

Oleh karena Itu, orangtua harus tahu konsep-konsep dasar pengasuhan anak sejak dini demi mencegah pengulangan trauma pengasuhan orang tuanya dan atau mencegah manajemen pengendalian yang buruk pada anak alias anak sulit diatur dan sebagainya.

Dengan demikian orang tua dapat memberikan cinta sepenuhnya kepada anaknya tanpa syarat dan embel-embel apapun.

PENUTUP

Waktu yang seharusnya kita alokasikan untuk anak-anak kita sesungguhnya telah banyak terbuang.


Yang dibutuhkan anak-anak kita bukanlah mainan yang terlalu banyak, atau segala kemauannya dipenuhi.


Yang dibutuhkan anak-anak dari orangtuanya adalah kehadiran dan keterlibatan. Sehingga masa kanak-kanak yang tidak mungkin terulang ini dapat menjadi tonggak atau pilar kokoh bagi kehidupan mereka ketika dewasa.


Jadi sepakat ya.. bagi anak itu yang penting  penting hadir atau diladeni. Bukan beli-beli 🤗

Demikian  rangkuman kajian pola asuh dari Ibu Lizzie Agustus 2019 di Kota Medan, semoga bermanfaat. Luv!



No comments:

Post a Comment