Saturday, 29 November 2014

LEGENDA EDELWEISS YANG MENDUNIA

Bunga edelweiss juga dikenal sebagai bunga keabadian. Banyak versi yang menjelaskan asal mula julukan ini, namun yang paling umum didengar, julukan bunga abadi disematkan karena bunga Edelweiss tidak dapat gugur meski telah dipetik dan disimpan hingga bertahun-tahun. Hm, benarkah demikian?

Sebagaimana bunga unik lain di Indonesia, edelweiss juga tak luput dari berbagai macam mitos yang menyelimuti. Bunga yang hanya tumbuh di ketinggian tertentu di atas permukaan laut ini sering dianggap sebagai perekat cinta sepasang kekasih agar tetap abadi selayaknya bunga edelweiss itu sendiri. Maka tak heran jika banyak pemuda kasmaran yang memburu bunga ini langsung di habitatnya yang notabene berada di puncak-puncak pegunungan.
Meski harus berkorban, menempuh bahaya demi bisa mempersembahkan bunga abadi ini pada sang kekasih, mereka tidak peduli asalkan cinta dapat abadi seperti mitos yang selama ini tersiar.
Wah,wah. Meski sedemikian tenar azimat bunga ini, namun jangan sampai kita tidak tahu asal usul bunga yang beberapa diantaranya merupakan bunga endemik nusantara ini.

Ratu Pegunungan Alpen
Edelweiss memang hanya tumbuh di daerah pegunungan. Edelweiss hanya mampu bertahan hidup dan berkembang biak pada suhu yang sangat dingin. Itu sebabnya di Indonesia edelweiss hanya dijumpai di puncak-puncak gunung tertentu. Bunga ini tumbuh berkelompok dengan ketinggian satu meter. Dalam satu pohon edelweiss terdiri dari 500 hingga 1000 kuntum kecil yang menyatu menjadi kelompok-kelompok menawan.
Bunganya berwarna putih bersih dengan beludru-beludru halus ini merupakan lambang nasional negara Swiss dan Austria. Di Eropa bunga edelweiss tumbuh subur terutama di sepanjang pengunungan Alpen mulai dari Swiss, Italia, Austria, Jerman, Perancis,  Spanyol, dan Balkan pada ketinggian antara 1.500 hingga 3.000 meter. Di Swiss bunga ini telah dibudidayakan di banyak Kebun Raya Nasional dan dibanggakan sebagai asset penting negara. Hal dibuktikan dengan adanya pameran, festival dan acara serupa sehubungan dengan bunga putih ini. Tak heran jika penduduk setempat memberi julukan 'Ratu pegunungan Alpen'.

Meski telah jauh mengembara hingga nusantara dan Eropa, namun ternyata bunga ini berasal dari pegunungan Himalaya dan Siberia. Bunga ini menyebar ke seluruh dunia pada zaman es. beberapa diantaranya berevolusi menjadi tanaman endemik setempat. Penelitian mengenai asal-usul dan penyebaran bunga edelweiss masih menemui jalan buntu hingga akhir abad ke- 19. Setelahnya penelitian beralih pada sisi pemanfaatan tumbuhan ini. Selain untuk kosmetik, bunga ini juga dijadikan dan bahan masakan serta industri lainnya. Namun karena isu kepunahan yang terus berkembang, membuat pemerintah banyak negara lebih memerhatikan proses pemanfaatan bunga ini.

Penuh Dengan Legenda
Tidak hanya di Indonesia, hampir di setiap negara memiliki legenda berbeda mengenai edelweiss. Sebagian besar didasari oleh filosofi bunga edelweiss yang mampu bertahan hidup menyendiri di ketinggian dan mampu bertahan dari terjangan suhu udara ekstrim. Di negeri Swiss dan sekitarnya, ada sebuah legenda terkenal dimana terdapat seorang pemuda yang rela menempuh bahaya, mendaki tebing curam demi memetik bunga putih untuk melamar pujaan hatinya.
Disamping itu edelweiss juga memiliki sejarah kelam, ia adalah bunga favorit Hitler dan menjadi salah satu simbol Nazi. Julukan Edelweiss yang sangat terkenal pada masa itu adalah ‘Bintang salju’. Namun sejalan dengan itu, sekelompok pemberontak dari kalangan pekerja kota juga menggunakan simbol edelweiss sebagai nama kelompok mereka, mereka menamakan diri ‘Perompak Edelweiss’. Hingga akhir Perang Dunia II, Jerman menggunakan bunga edelweiss sebagai simbol perlawanan mereka terhadap Nazi. Sedangkan di Inggris, edelweiss juga sangat berhubungan dengan resistensi patriotik melawan Nazisme.

Meski dikelilingi dengan beragam cerita, mitos dan legenda, bunga putih ini tetap membutuhkan aksi nyata agar tetap lestari. Di Eropa spesies ini tidak lagi masuk ke dalam spesies langka karena berhasil dibudidayakan. Tetapi di beberapa negara termasuk Indonesia, jumlahnya semakin lama semakin mengerucut. Banyak faktor yang mendasari hal tersebut seperti perubahan iklim dan ulah tangan manusia. Edelweiss merupakan bunga yang sangat spesial, maka tak heran banyak negara yang melindunginya termasuk Indonesia. 

oleh: blogger

sumber isi dan gambar:
www.swissinfo.ch/eng/the-edelweisswww.kidnesia.com
www.swissjourney.com

www.pavictorygardens.org


GoBlog Theme v.2.0 300x250

No comments:

Post a Comment