Wednesday, 15 January 2014

MENGAPA LASKAR PELANGI BEGITU FENOMENAL (PART 3)




Tentu masih hangat di benak kita bagaimana novel yang berkisah tentang sepuluh orang anak-anak di pedalaman Pulau Belitong (Belitung) ini berjuang menggapai cita-cita mereka di tengah keterbatasan dan diskriminasi pendidikan. Kesepuluh anak beserta keistimewaan mereka yaitu:
1.      Ikal : Merupakan tokoh utama dalam novel ini, dialah pembawa cerita, pemilik kisah. Ikal adalah orang yang menceritakan kehidupan masa kecilnya mulai dari SD hingga SMP di sebuah sekolah yang hampir roboh dan kala itu hanya memiliki siswa sepuluh orang dalam satu kelas. Tetapi jumlah yang sedikit itu malah menjadikan mereka sahabat dekat dan gemar berpetualang bersama serta menyaksikan pelangi. Sehingga mereka diberi julukan Laskar Pelangi oleh Ibunda guru mereka, yakni Bu Muslimah.
2.      Lintang : Seorang anak Nelayan yang bermukim di salah satu desa terujung di wilayah Gantong. Gantong merupakan nama lokasi tempat mereka bersekolah. Hal itu membuat Lintang harus mengayuh sepeda sejauh 2 Km dari rumahnya menuju sekolah setiap hari. Meski ayahnya seorang nelayan yang mungkin tidak pernah mengenyam bangku sekolah, namun ia ingin anak sulungnya yakni Lintang bersekolah meski entah bertahan hingga kelas berapa, ia tak tahu. Lintang adalah teman sebangku Ikal, Ikal adalah murid yang pintar namun Lintang adalah jenius. Pertemuan mereka menjadi teman sebangku, merupakan kisah menarik dimana dua anak pintar dengan latar belakang berbeda menjalin persahabatan.
3.      Sahara : Merupakan anak perempuan satu-satunya dalam kelas mereka, meski beberapa tahun setelahnya mereka kedatangan satu lagi anak perempuan bernama Flo, yang merupakan siswi pindahan dari SD PN Timah yang dikenal sebagai sekolah kaum elit. Namun kedudukan Sahara di mata para Laskar Andreanis lainnya tidak tergantikan. Tidak seperti kebanyakan murid lainnya, Sahara bukan berasal dari keluarga yang melarat sehingga terpaksa bersekolah di sebuah sekolah dengan bangunan yang hampir rubuh tersebut. Orang tua Sahara yang taat akan agama Islam menginginkan agar Sahara mendapatkan pelajaran agama yang baik dari sekolah tersebut.
4.      Mahar : Diceritakan Mahar adalah siswa yang tampan. Kemampuan akademisnya biasa saja, namun dibalik sikapnya yang terkadang aneh dan susah ditebak tersimpan akal cerdik dan kemampuan memecahkan masalah dengan luar biasa. Ia juga menyukai seni, selain tampan, Mahar juga dikenal pintar bernyanyi dengan suaranya yang merdu.
5.      Akiong : Merupakan satu-satunya etnis tionghoa dan non muslim di kelas tersebut. Indahnya persahabatan yang terjalin dalam dunia anak-anak yakni tidak mementingkan adanya perbedaan. Dan hal itu tercermin dengan hadirnya Akiong menjadi salah satu anggota Laskar Pelangi.
6.      Syahdan : Seperti yang kita ketahui, Andrea Hirata selalu menonjolkan sisi humor dari sebuah peristiwa. Dalam kisah inipun Andrea meletakkan Syahdan, anak nelayan yang diceritakan  sulit sekali beruntung dalam kehidupan kanak-kanaknya. Syahdan yang tidak pernah menonjol dimanapun dan sering melakukan kesalahan diceritakan Andrea dengan balutan humor yang apik.
7.      Kucai : Kucai adalah ketua kelas, dan ia tidak mau jabatannya menjadi ketua kelas digantikan oleh siapapun. Bakat haus kekuasaan ini ternyata dapat ia maksimalkan ketika dewasa dengan menjadi politikus.
8.      Borek : Adalah anak yang bertubuh paling besar diantara teman-temannya. Sedari muda ia telah memiliki otot yang membuatnya tampak gagah dan lebih dewasa dari teman sebayanya.
9.      Trapani : Jika Mahar adalah anak lelaki yang tampan, maka Trapani adalah yang paling tampan di sekolah itu. Namun sayangnya ia memiliki kasih sayang yang teramat berlebih terhadap Ibunya. Sehingga membuatnya kesulitan melepaskan diri termasuk dalam hal mengambil keputusan ketika dewasa.
10.  Harun : Harun adalah anak yang paling spesial bagi anggota Laskar Pelangi. Bagaimana tidak, kehadiran anak lelaki yang memiliki kekurangan pada tumbuh kembang otaknya sejak lahir ini pada hari pertama penerimaan murid baru, membuat Sekolah tidak jadi ditutup oleh Dinas Pendidikan, dan kesembilan orang teman-temannya dapat bersekolah di sekolah tersebut.
Pada akhir masa sekolah mereka, Laskar Pelangi ditambahi satu murid baru bernama Flo. Flo adalah anak orang kaya dan berada, ia memaksa orang tuanya untuk pindah ke sekolah tersebut karena tertarik dengan Mahar dan segala teori kleniknya. Dengan hadirnya Florentina atau Flo, jumlah anggota Laskar Pelangi menjadi 11 orang. Flo menyukai hal-hal ganjil berbau mistis dan penuh misteri serupa dengan Mahar. Entah sejak kapan Mahar menyukai hal tersebut, namun kehadiran Flo cukup membawa perubahan bagi jalannya persahabatan Laskar Pelangi.

Demikian kesebelas orang anak-anak yang diceritakan di dalam novel Laskar Pelangi. Kisah mereka begitu menarik dengan gaya bercerita yang menarik pula membuat setiap pembaca mengingat kembali sahabat masa kecilnya dan kembali merenungi arti dari persahabatan, seperti mereka yang pantang menyerah, bahu-membahu, nasehat-menasehati sebagai anggota Laskar Pelangi hingga kisah mereka tak kunjung habis terkikis zaman.

No comments:

Post a Comment