Saturday, 30 November 2013

MENGAPA LASKAR PELANGI BEGITU FENOMENAL? (Part 1)


Mendengar kata Laskar Pelangi, kira-kira apa yang langsung terlintas di benak Anda? Apakah sebuah novel, film, judul lagu? Ataukah  sekumpulan anak pesisir pantai Belitung yang berjuang mengalahkan keterbatasan dengan iringan kisah yang menakjubkan?

Bagi saya, berbicara mengenai laskar pelangi berarti memunculkan kembali memoar ketika menemukan novel karya Andrea Hirata ini pertama kali di rumah saudara. Yah, meski hanya pinjaman, namun dari perjumpaan beberapa halaman tersebut membentuk suatu keinginan untuk memiliki buku tersebut agar dapat leluasa menjumpai halaman-halaman lain hingga ke beberapa bab selanjutnya. Dan hasil dari pertemuan pada bab-bab tersebut membuat saya jatuh cinta kepada novel ini.


Ternyata tak cuma saya berpendapat demikian, seluruh teman-teman yang telah membaca novel Laskar Pelangi juga berpendapat sama. Apalagi pada sampul depannya tertulis jelas kata ‘based on true story’, membuat anak muda seperti kami yang kala itu masih kuliah semakin bersemangat melahap novel tersebut guna memetik berbagai pelajaran.

Kini setelah beberapa tahun berlalu, novel Laskar Pelangi yang pernah menjadi fenomena sastra Indonesia tak juga surut dari berbagai sorotan. Terutama sorotan seputar penulisnya yakni Andrea Hirata. Serta yang paling anyar adalah lokasi tempat bergulirnya kisah para Laskar Pelangi yakni Pulau Belitung, yang kini merupakan bagian dari Provinsi Bangka Belitung.  Saking tenarnya pulau tersebut, hingga mendapat julukan negeri Laskar Pelangi. Dan kegiatan wisata unggulannya adalah Napak Tilas Laskar Pelangi, yaitu sebuah perjalanan wisata mengunjungi berbagai tempat yang ada di dalam novel Laskar Pelangi, mulai dari pantai, bukit, hingga sekolah.
 

Meski telah menuai berbagai pujian, kritik serta cercaan pula tak luput diterima oleh novel ini serta penulisnya.

Kritik yang pernah dilontarkan biasanya berkutat seputar keraguan akan kebenaran label ‘based on true story’ pada novel itu, keraguan pada keaslian pemilik cerita sesungguhnya, hingga masalah-masalah pribadi penulis yang juga turut meramaikan panggung Laskar Pelangi di dunia nyata.


Meski demikian, sebuah karya tetaplah karya dan waktu yang akan membuktikan. Sastra ataupun tidak sastra, novel Laskar Pelangi telah dengan sukses diterbitkan dan menjadi konsumsi publik Indonesia dengan segala manfaat serta mudharat yang dibawanya. Karya manusia tak mungkin ada yang sempurna, semua keraguan dan cercaan itu dijawab oleh Andrea Hirata, sang penulis, dengan tetap berkarya dan semakin serius berkecimpung dalam dunia tulis-menulis.

Written by Si Bunga Matahari

No comments:

Post a Comment