Tuesday, 8 January 2013

SANG PECINTA SEJATI

WAKTU (NAFAS YANG TAK KEMBALI)

Manusia hanyalah pengendara diatas punggung usianya

Digulung hari demi hari, bulan, dan tahun tanpa terasa

Nafasku terus berjalan, setia menuntunku ke pintu kematian

Sebenarnya dunialah yang ku jauhi dan liang kuburlah yang ku dekati

Satu  hari berlalu, berarti satu hari berkurang umurku

Umurku yang tersisa hari ini sungguh tak ternilai harganya,

Sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diriku

Karena itu, jika satu hari berlalu tapi tiada pahala dan keyakinanku yang bertambah,

Apalah arti hidupku di mata Allah.


Sumber : Renungan kalbu - Ir. Permadi Alibasyah.
 

2 comments: